Selasa, 02 April 2013
masalah=emasnya Allah
Kemarin hari minggu seorang sahabat dari Jakarta
mengatakan kepada kami bahwa saat kita menemui masalah, seharusnya yang
kita lakukan adalah bersyukur. Kalimat itu bagi kami sudah sering sekali
kami dengar, kami sering praktekan dan juga sering kami lupakan, hanya
saja sahabat kami kemarin mengatakan bahwa salah satu dari kepanjangan
kata masalah adalah ‘emasnya Allah’, menarik! Seperti sekolah katanya,
saat kita SD kita sering menggerutu saat mencongak, tambah-tambahan dan
perkalian terasa susahnya minta ampun, namu saat kita lulus dan duduk
dibangku kuliah atau mungkin sekarang kita sudah sama sekali tidak
merasakan sulitnya tambah-tambahan dan perkalian. Artinya? Dulu kita
tidak menyadari bahwa kita bakalan mendapatkan ‘emasnya’ pertambahan dan
perkalian, baru sekarang kita menyadari bahwa kita memerlukan ‘masalah
pertambahan dan perkalian’ itu untuk menjadi seseorang seperti kita
sekarang ini, nggak bisa dibayangkan bagaimana kalau dulu kita dari
masalah itu dan sampai sekarang kita tidak bisa pertambahan dan
perkalian (jangan dibayangkan nanti stress he..he..he..)
Setelah
sahabat kami selesai menjelaskan tentang emas Allah tersebut aku mulai
berpikir, apakah aku berani merubah doaku, dari ‘jauhkanlah aku dari
segala masalah’ menjadi berikanlah aku kekuatan untuk menghadapi segala
masalah agar aku menjadi lebih baik karena untuk menjadi lebih baik kita
harus diasah, diasah dengan masalah-masalah yang kita hadapi
sehari-hari. Dan aku memutuskan bahwa aku aku berani, karena aku mau
menjadi manusia yang lebih baik setiap hari dan menyiapkan diri untuk
belajar menghadapi masalah yang akan datang.
' Kebahagiaan di dalam Diri ! '
Ketenangan,
kebahagiaan, ketentraman dan kedamaian yang selama ini Anda dambakan,
tidak dapat diperoleh dari luar. Anda harus meniti jalan ke dalam diri.
Dikutip dari “Seni Memberdaya Diri 1 Meditasi & Neo Zen Reiki hal 61”
